sengaja gue ambilin dr forum sebelah, biar ne forum agak mutu dikit...hihihi
ada di majalah rolling stone indonesia, hal 35
^^ penjualan dari tahun ke tahun menurun
^^ industri musik indo saat ini memasuki periode terburuk sejak th '54
^^ yang beredar di pasaran: 90% palsu, 10% aseli.
^^ jumlah recording company tiap taon kian menyusut
mungkin ada solusi buat industri yaitu lewat
1. Penjualan MP3 online. iTunes telah menjual milyaran lagu.
2. Ringtones
3. Ringbacktones
4. Value Added service lainnya...
cuman pertimbangannya industri toko kaset tetep bakal ambruk walopun record companynya tetep survive. ini salah satu masalah yang disorot di artikel rs itu juga (kalo ga salah industri musik amerika juga merontok karena ada jasa online pay music kaya gini which is bikin orang males beli full 1 album dan hanya memilih lagu yang mereka suka aja, agak buruk untuk band yang marketing dan airplay di radionya lemah)
Bahkan sudah ada ramalan dari analis Wall Street bahwa CD/toko CD bakal punah beberapa tahun lagi. Kebanyakan konsumen di negara maju sudah beli musik lewat online, bukan di toko CD/kaset.
Dari setiap US$ 1 harga CD, musisi cuma dapat kurang dari 20%. Perusahaan distribusi/toko dapat sekitar 20%. Perusahaan produsen CD dapat sekitar 20%. Perusahaan label dapat sekitar 40%.
Sekarang VIACOM (pemilik perusahaan label/MTV) berusaha menuntut Youtube/Google. Padahal banyak musisi mereka dapat promosi dari video musik yang dimuat di Youtube. Mereka hendak membuat Youtube sendiri bernama joost. Tetapi joost memakai file sharing / P2P yang tidak aman/banyak virus.
udah saatnya pemerintah memperhatikan industri musik, yaitu dgn menurunkan pajak buat CD original yg skrg harganya gila2an!!! berantas pembajakan!!!
ada di majalah rolling stone indonesia, hal 35
^^ penjualan dari tahun ke tahun menurun
^^ industri musik indo saat ini memasuki periode terburuk sejak th '54
^^ yang beredar di pasaran: 90% palsu, 10% aseli.
^^ jumlah recording company tiap taon kian menyusut
mungkin ada solusi buat industri yaitu lewat
1. Penjualan MP3 online. iTunes telah menjual milyaran lagu.
2. Ringtones
3. Ringbacktones
4. Value Added service lainnya...
cuman pertimbangannya industri toko kaset tetep bakal ambruk walopun record companynya tetep survive. ini salah satu masalah yang disorot di artikel rs itu juga (kalo ga salah industri musik amerika juga merontok karena ada jasa online pay music kaya gini which is bikin orang males beli full 1 album dan hanya memilih lagu yang mereka suka aja, agak buruk untuk band yang marketing dan airplay di radionya lemah)
Bahkan sudah ada ramalan dari analis Wall Street bahwa CD/toko CD bakal punah beberapa tahun lagi. Kebanyakan konsumen di negara maju sudah beli musik lewat online, bukan di toko CD/kaset.
Dari setiap US$ 1 harga CD, musisi cuma dapat kurang dari 20%. Perusahaan distribusi/toko dapat sekitar 20%. Perusahaan produsen CD dapat sekitar 20%. Perusahaan label dapat sekitar 40%.
Sekarang VIACOM (pemilik perusahaan label/MTV) berusaha menuntut Youtube/Google. Padahal banyak musisi mereka dapat promosi dari video musik yang dimuat di Youtube. Mereka hendak membuat Youtube sendiri bernama joost. Tetapi joost memakai file sharing / P2P yang tidak aman/banyak virus.
udah saatnya pemerintah memperhatikan industri musik, yaitu dgn menurunkan pajak buat CD original yg skrg harganya gila2an!!! berantas pembajakan!!!


