Sajak dan pantun adalah bentuk seni yang di jaman dulu dianggap sebagai kenikmatan kelas tinggi.
Nah, daripada kita cuma translate rap battle berbahasa bule ke bahasa indonesia dan jadi lirik maki-maki semata, mari kita coba arah yang baru..
Tentu saja ada adaptasi dengan rap...nggak cuma pantun dengan rima di sukukata terakhir, tapi lebih baik bila rima anda bersukukata banyak.
Oke, gue mulai duluan
merantau dari kampung tinggalkan ibu kandung
mencari penghidupan walau berluntang lantung
letih kaki tersandung lelah hati dan jantung
tapi tetap semangat tinggi harus disanjung
arif bertutur sampai di liang kubur
merangkai kata pandainya tak terukur
bila hidupmu baik jangan lupa bersyukur
agar mudah berdiri lagi saat kau tersungkur
Seingat gue, waktu pelajaran bahasa indonesia dulu jaman sd, pantun bisa jadi petuah terbungkus nilai hiburan.
lewat kejenakaan, petuah, pantun cinta dan sebagainya..
siapa selanjutnya?
















