7L And Esoteric
Esoteric vs. Japan
Mengekspose sebuah kultur urban lain benua, bagaimana kultur urban bisa menjadi petanda bagi sebuah Negara… kenapa kita tidak?
Jujur saya bukan penggemar berat esoteric.. hanya karena dia bagian dari army of pharaoh dan sering mengisi track Demigods maka saya masih bisa merelevansikan dengan telinga saya.
Baru baru ini saya mendapatkan sebuah album dari 7L & esoteric. Keluaran tahun 2008. dan saya begitu kaget dengan materi albumnya. Tittle albumnya adalah "esoteric vs japan". Jelaslah album itu adalah album yang dibuat esoteric saat ia berhelat ke negeri matahari terbit itu. Namun yang membuat saya kaget adalah.. materi album itu bener bener jepang! Tidak…saya tidak membicarakan mengenai sample kecapi jepang ataupun suling yang bisaa dipakai oleh film film ninja jepang….
Adalah sound sound dari kartun kartun jepang seperti astro boy… scoring scoring orkestra yang bisaa dipakai oleh film mega monster semacam Godzilla atau Gamera….dilengkapi dengan intro intro opening dari film film Tokusatsu yang diiconkan oleh kamen rider (ksatria baja hitam) dan sentai (atau yang bisaa disebut oleh Power ranger oleh orang orang amerika). Itulah yang membuat album ini kental dengan nuansa jepang.
Disini, oleh album ini saya berpikir. Jepang sebagai sebuah Negara disa dikenali tanpa harus menunjukan corak budaya tradisionil. Ya… hanya dengan budaya kultur urban dari seni suara ataupun grafis yang masih dalam hitungan modern. Kita bisa merasakan dan mengatakan "ya, ini jepang".
Lalu saya berpikir… mengapa kita yang disini tidak dapat melakukan hal seperti itu? Mungkin jawabannya adalah.. sebagian kita tidak peka dengan apa yang dihasilkan oleh pendahulu pendahulu kita dimasalalu…kita dijajah bukan hanya secara fisik tetapi dijajah oleh pemikiran dan selera melalui trend mode dan westernisasi yang ditularkan melalui eksposing media.
Jujur saya menyesalkan pada saat saat ini hanya sedikit dari kita yang mau menengok ke corak yang kita miliki sebelumnya., jujur sekali lagi untuk menggambarkan bagaimana kita dengan kultur kita memang bisa digambarkan dngan pepatah berbahasa inggris "you don't know what you got till its gone". Saya mengatakan begini bukan lagi hanya isapan jempol tetapi ini sudah memang dalam tahap praktik. Lihat bagaimana reog yang akhir akhir ini diteriakan hanya karena telah diclaim oleh Negara lain. Jika tidak diclaim oleh Negara lain? Apakah kita akan mengingat? Mungkin untuk generasi sebelum sebelum kita. Kepada generasi generasi sebelum MTV menginvasi layer televise…atau mungkin contohlah batik, betapa sakit hatinya kita oleh Negara lain yang menggunakan batik sebagai corak Negara sedangkan saya berusaha yakin bahwa sebelum kejadian ini anak anak muda tidaklah melek mata oleh batik. Sampai harus menunggu Adidas (sebuah merk dagang besar dari luar negeri yang benar benar high profit) menggunakan batik sebagai salah satu koleksi dagangannya.. disini yang saya coba tekankan adalah. Kita mempunyai banyak modal dalam kesenian yang bisa didulang lagi menjadi seni modern baru.. saya merasa prihatin bahwa kita hanya bisa menunggu pengakuan dan berharap perang ketika semua itu sudah diclaim oleh bangsa lain. Budaya kita hanya kita yang bisa melestarikan. Disaat pemerintah sudah tidak bisa diandalkan dan tak peduli dengan keberaneka ragaman budaya. Kita sebagai salah satu dari bagian budaya ini bergerak melestarikannya. Bukan berarti kita hanya memilikinya lagi… tetapi juga mengolahnya agar bisa menjadi sesuatu yang bisa mengikuti update zaman..
Tentunya review ini hanya sebuah topeng dari wacana yang saya buat. Saya hanya mencontohkan bagaimana esoteric menggunakan kultur urban jepang sebegitu baiknya dan menghormatinya dengan mengajak beberapa talent rap jepang untuk mengisinya…. Ingat dimasa lalu musik kita begitu kaya… dari mulai genjer genjer sampai Barcelona yang digaungkan oleh Fariz RM. Dari mulai bengawan solo hingga musik musik indah lain yang keluar dari pemikiran indah maestro musik musik daerah local… kenapa ga kita dengarkan sekali lagi dan mengolahnya lagi menjadi sesuatu yang terupdate? Saya yakin apa yang terjadi di jepang bisa terjadi diindonesia… asalkan selama kita memiliki kemurahan hati untuk bisa menengok kembali budaya budaya yang kita miliki sebelumnya…..








